Selasa, 26 Mei 2015

SMA PLUS DARUSSALAM



SEJARAH SMA PLUS DARUSSALAM


Satu hal yang acap dikenang oleh alumni Pesantren Darussalam adalah kebersahajaan pesantren ini dalam keseharian santrinya .Bahkan , seperti yang kerap terucap dari K.H Irfan Hielmy (Alm) pendiri Pesantren Modern Darussalam yang selalu mengajarkan kebersahajaan setiap kali menerima kunjungan tamu , selalu disambut dengan kalimt yang sama , seolah menegaskan bagaimana seharusnya santri Darusslam mengambil posisi dengan kerendah hatian , “Selamat datang di tempat kami , pesantren yang sangat sederhana .

I
khwal kebersahajaan dan kesederhanaan Darussalam ternyata sama tuanya dengan sejarah pesantren ini . Di tahun 1929 , K.H Ahmad Fadlil (wafat 1950) ayahanda K.H. IrfanHielmy (wafat 2010)memulai kisah kebersahajaan dengan sebuah masjid dan sebuah bilik sebagaia srama . Santri yang pertama kali mondok adalah pemuda-pemudis etempat yang tidak hanya diajari ilmu-ilmu agama ,akan tetapi diajak mengolah sawah , bercocok tanam dan diberi contoh bagaimana memelihara bilik dan memakmurkan masjid . Pesantren Cidewa ,sebutan untuk komunitas baru itu , dengan cepat mendapat simpati serta dukungan dari masyarakat sekitar dan lebih banyak lagi santri yang mondok .
Adalah suami istri Mas Astapradja dan Siti Hasaah yang mewakafkan tanahnya di kampong  Kandanggajah ,DesaDewasari , Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis Jawa Barat kepada K.H. Ahmad Fadlil . Dibantu oleh masyarakat dan santri ,Pesantren Cidewa menapaki guratan sejarah dengan optimism menghilangkan benalu yang menempel dalam ajaran Islam .
Menjelang proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 , di Pesantren Cidewa sudah mondok 400 orang santri yang mengaji ilmu tafsir , ilmu hadits , sejarah dan perbandingan madzhab , disamping kitab-kitab ilmu sharaf dan ilmu nahwu .
Keputusan K.H. Ahmad Fadlil dengan hanya menerima santri putra tidak terlepas dari kontelasi keamanan akibat penjajahan Belanda .Akan tetapi karena didorong oleh keinginan untuk melepaskan diri dari cengkraman penjajah dan ditambah dengan meluapnya semangat snatri untuk menghalau Belanda , K.H. Ahmad Fadlil juga mengajarkan strategib erdiplomasi mengatasi tekanan penjajah . Apalagi dengan kemampuannya berbahasa Belanda yang didapat dari kakeknya sejak di Sekolah Rakyat dengan mudah bias menyerap berbagai informasi yang kelak berguna sebagai modal berdiplomasi .
Disamping peningkatan failitas dan sarana pendidikan untuk santri ,hal yang sangat penting adalah pengembangan system pendidikannya . Ketika di banyak Pondok Pesantren lain masih menghususkan pengajian kitab .Pesantren Darussalam mulai merintis untu menyelenggarakan pendidikan formal .Maka sejak dasawarsa 60-an ,Pesantren Darussalam mulai memodernisasikan system pendidikannya dengan mendirikan lembaga-lembaga pendidikan formal .
Pada tahun1967 ,mulai dirintis penyelenggaraan system pendidikan modern klasikal dan sampai saat ini semua jenjang pendidikan dari mulai Taman Kanak-Kanak (TK) hingga perguruan tinggi telah ada di pesantren ini .
Lembaga pendidikan formal yang pertama didirikan adalah Raudhlatul Athfal pada tahun 1967 , kemudian pada tahun 1968 berdiri Madrasah  Ibtidaiyah (MI) lalu  Madrasah Tsanawiyah (Mts) pada tahun 1968 . Kemudian beriri Madrasah Aliyah Negeri Darussalam (MAN) pada tahun1969 .Berlanjut didirikannya SMA PLUS DARUSSALAM yang merupakan lembaga pendidikan swasta pada tahun 2003 .




VISI , MISI dan TUJUAN
VISI
“U
nggul dalam Logika , Etika , dan Estetika secara professional yang berlandaskan nilai-nilai agama dan budaya “

MISI
1.         Meningkatkan pemahaman dan pengalaman ajaran agama .
2.        Membentuk kepribadian unggul dan tangguh yang dilandasi iman dan taqwa .
3.       Meningkatkan kinerja professional dalam pelaksanaan proses pendidikan pada setiap komponen sekolah .
4.       Menumbuhkan minat dan prestasi belajar dengan mengoptimalkan teknik pembelajaran dan sumber daya belajar .
5.       Menciptakan manajemen sekolah yang terbuka .
6.       Mewujudkan pelayanan prima bagi seluruh komponen yang terkait .
7.       Menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman ,aman , dan demokratis .
8.       Memberdayakan semua komponen sekolah untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi .
9.       Menumbuhkan apresiasi seni .
10.     Menumbuhkan budaya tertib ,budaya bersih , dan peduli lingkungan .


Tidak ada komentar:

Posting Komentar