DASAR-DASAR ANATOMI TUMBUHAN
A.
Pengertian
Anantomi Tumbuhan
Anantomi tumbuhan adalah kajian tentang letak dan fungsi organ
dalam pada tumbuh tumbuhan (Estiti , 1995) . Sutrian (2004) menyatakan bahwa
anatomi tumbuhan mengkaji tentang susunan dan bentuk-bentuk bagian dalam
organ-organ tumbuhan . Berdasarkan definisi diatas , tampak bahwa anatomi
tumbuhan tidak hanya mengkaji tentang letak dan fungsi tumbuhan , tetapi juga
mengkaji tentang susunan dan bentuk-bentuk organ dalam tumbuh-tumbuhan .
B.
Sistem
Jaringan pada Tumbuhan
Unit terkecil tumbuhan adalah sel , kumpulan sel disebut jaringan .
Jaringan yang terdiri atas sel-sel yang sama bentuk dan fungsinya disebut
jaringan sederhana , sedangkan jaringan yang terdiri atas lebih dari satu macam
sel namun asalnya sama disebut jaringan kompleks atau jaringan majemuk (Estiti
, 1995) .
Dalam tahun 1875 , Sachs membagi jaringan dalam tiga sistem , yakni
sistem dermal sistem jaringan pembuluh , dan sistem jaringan dasar . Sistem
dermal terdiri atas epidermis , yang merupakan pelindung pertama (primer) untuk
bagian luar tubuh tumbuhan , dan periderm , yang menggantikan epidermis pada
tumbuhan yang mengalami pertumbuhan sekunder . Sistem jaringan pembuluh ,
terdiri atas xilem yang mengangkut air dan garam dari tanah , dan floem yang
mengangkut hasil fotosintesis . Sistem jaringan dasar merupakan jaringan yang
membentuk dasar bagi tumbuhan namun sekaligus juga menunjukkan spesialisasi .
Jaringan dasar utama adalah parenkim dengan semua variasinya ; kolenkim yakni
jaringan berdinding tebal dan selnya tetap hidup , dan sklerenkim yakni
jaringan pengokoh utama dengan dinding tebal , keras dan seringkali
terlignitifikasi (berkayu) dengan sel yang biasanya mati (Estiti , 1995).
1.
Sistem
Dermal
a.
Epidermis
Bentuknya beragam , namun kebanyakan berbentuk lempengan ; lapisan
luarnya terdiri atas kutikula (lapisan lilin) dan mengalami kutinisasi . Fungsi
sebagai pelindung mekanis dan berperan dalam membatasi transpirasi dan
pertukaran udara (Estiti , 1995) .
Sifat-sifat jaringan epidermis menurut Djumhana dkk (2006)
diantaranya adalah :
1)
Pada
daun , mengalami modifikasi menjadi mulut daun trikoma , sedangkan pada batang
mengalami modifikasi menjadi lentisel untuk pertukaran gas .
2)
Pada
akar , bermodifikasi menjadi bulu-bulu akar untuk menyerap air .
3)
Tidak
berklorofil , kecuali pada mulut daun dan daun paku-pakuan .
4)
Selnya
berbentuk kubus , berinti dan tidak mempunyai rongga antar sel .
5)
Sebagian
jaringan pelindung kebanyakan dilapisi kutikula (lapisan lilin) .
b.
Periderm
Periderm terdiri atas jaringan gabus (felem) kambium gabus (felogen
dan feloderm sel hidup yang dibentuk oleh felogen ke arah dalam) . Felem
terdiri atas sel berbentuk lempeng , tersusun rapat , dan dindingnya mengandung
suberin (zat gabus) . Felogen dibentuk secara sekunder , terletak dalam
jaringan yang telah dewasa di bawah epidermis atau di dalam epidermis . Felogen
ke arah luar membentuk felem , dan ke arah dalam membentuk felem , dan terdiri
atas sel hidup (Estiti , 1995; Djumhana dkk , 2006) .
2.
Sistem
Jaringan Pembuluh
a.
Xilem
Berdasarkan struktur dan fungsi , xilem merupakan jaringan yang
kompleks berasosiasi dengan floem membentuk jaringan yang bersinambungan di
seluruh tubuh tumbuhan . Xilem terdiri atas beberapa jenis sel dan berfungsi
dalam pengangkutan air , penyimpanan makanan , dan penyokong (Estiti , 1995) .
Xilem tersusun atas trakeid dan trakea . Trakeid terdiri atas sel
yang agak memanjang . Dalam irisan melintang , terlihat persegi dengan dinding
ujung yang meruncing . Sel-selnya akan mati setelah dewasa , dan hanya sel yang
berlignin yang tetap tinggal . Air dapat bergerak secara lateral diantara
dinding selnya karena adanya pit , yaitu lekukan tempat tidak terbentuknya
dinding sekuder . Trakea berasal dari trakeid , ujungnya banyak memiliki pori
untuk masuknya air dan zat hara . Komponennya lebih pendek dan lebih lebar dari
trakeid , berlignin dan dindingnya mengalami penebalan berupa gealang , cincin
dan berpilin . Setelah dewasa trakea dan trakeid berbentuk bulat panjang ,
terdiri atas lignin , dan tidak mengandung kloroplas (Mader , 1987 ; Djumharia
dkk , 2006) . Pada tumbuhan paku-pakuan dan tusam . Xilem hanya mengandung
trakeid (Kimbal , 1992) .
b.
Floem
Floem merupakan unsur pembuluh tapis yang masing-masing memiliki
suatu sel pengiring . Dinamakan pembuluh tapis , karena dinding ujung selnya
berlubang . Sel pengiring (pendukung) mempunyai nuklues , sehingga dapat
mengambil alih pengendalian umum sel-sel pembuluh tapis (Kimbal , 1992) dengan
adanya nukleus tersebut memungkinkan sel pengiring membelah diri sehingga dapat
mengawal dan mengawetkan kehidupan di kedua sel (Mader , 1987) sel pengiring
terdiri atas serat dan sklereida (Estiti , 1995) . Floem berfungsi sebagai
pengangkut hasil fotosintesis (terutama karbohidrat , hormon , dan sedikit asam
amino) menyimpan cadangan makanan dan sebagai pendukuang (Estiti , 1995;
Djumhana 2006) .
3.
Sistem
Jaringan Dasar
a.
Parenkim
Parenkim merupakan sel hidup , bentuknya bersegi banyak ataupun
berbentuk bintang terdapat pada korteks akar batang dan mesofil daun ,
fungsinya antara lain dalam fotosintesis penyimpanan bahan dan penyembuhan luka
(Estiti , 1995) .
Jenis-jenis sel parenkim dapat dibedakan menurut bentuk dan
fungsinya . Berdasarkan bentuknya sel parenkim dibagi menjadi 3 , yaitu :
1)
Parenkim
palisade , merupakan penyusun mesofil daun bentuk selnya panjang , dan
mengandung banyak kloroplas .
2)
Parenkim
sponse (bunga karang) sebagai penyusunan mesofil daun , ruang antar selnya
relative besar , dengan susunan sel yang tidak teratur , dan
3)
Parenkim
lipatan , dinding selnya melipat ke arah dalam dan mengandung kloroplas
misalnya pada mesofil daun padi dan daun pinus .
Berdasarkan
fungsinya , parenkim dibagi menjadi 5 yaitu :
1)
Parenkim
asimilasi , di dalam sel-selnya terdapat kloroplas untuk berfotosintesis ,
terdapat pada mesofil daun , dan pada batang yang berwarna hijau .
2)
Parenkim
pengangkut , terdapat pada batang dengan sel berbentuk memanjang menurut arah
angkut
3)
Parenkim
air , terdapat pada tumbuhan xerofit , epifit sebagai bentuk adaptasi terhadap
kondisi musim kering , tidak mengandung kloroplas , vakuola besar dan
mengandung sedikit plasma , kadang berlendir seperti pada lidah buaya (Aloe
vera)
4)
Parenkim
penimbun , terdapat dalam bagian tbuh tanaman , misal pada empulu , batang ,
umbi dan akar , dan
5)
Parenkim
udara , ruang antar selnya besar , sel berbentuk bulat atau bintang , misal
pada daun Carina (Djumhana dkk , 2006) .
b.
Kolenkim
Bentuknya berkisar antara bentuk prisma sampai memanjang , dengan
penebalan dinding sel yang tidak merata , umumnya terjadi di sudut-sudut sel ,
terdapat di dekat permukaan korteks pada akar , batang , tangkai daun , dan
sepanjang tulang daun besar . Fungsi kolenkim sebagai penunjang
mekanis/penyokong organ tumbuhan yang muda (Kimbal , 1992 , Estiti . 1995) .
Berdasarkan penebalan pada dinding sel , kolenkim dibedakan menjadi
4 yaitu :
1)
Kolenkim
sudut (angular) pada irisan melintangnya terlihat adanya penebalan
disudut-sudut sel .
2)
Kolenkim
tubular , penebalannya merata di dinding sel , sehingga ruang sel terlihat
seperti tabung .
3)
Kolenkim
lempeng (lamellar) penebalan dindingnya sejajar permukaan organ dan
4)
Kolenkim
lakunar , penebalannya terdapat di bagian dinding sel yang menghadap rongga
antar sel (Djumhana dkk , 2006) .
c.
Skelerenkim
Dinding selnya tebal , sekunder dan seringkali berlignin . pada
saat dewasa protoplasnya bisa hilang , membentuk kumpulan sel yang
berkesinambungan ataupun terdapat tersendiri di antara sel-sel lain .
Sel-selnya berongga dan bukan sel hidup , serta memiliki dinding yang sangat
kuat . Fungsi sklerenkim sebagai penyokong bagian tumbuhan yang telah dewasa .
Sklerenkim dibedakan menjadi 2 kelompok , yaitu serabut dan sel batu (sklereid)
. Serabut terdiri atas sel-sel yang panjang dan sempit , berujung runcing ,
sel-selnya berkumpul menjadi sebuah jalur panjang .
Pada saat masih muda dan tumbuh aktif , ujung dindingnya saling
merapat dan terlihat runcing . Sklereid berasal dari jaringan parenkim dengan
penebalan dinding yang terlihat berlapis-lapis , bentuknya sangat bervariasi
dari isodiametrik sampai tidak beraturan . Sel-sel sklerenkim terdapat dalam
batang . tulang daun , dan berperan penting sebagai penutup luar pada buah dan
biji yang keras .
Struktur
Jaringan Akar
Dalam irisan membujur , akar memiliki bagian sebagai berikut :
1.
Tudung
akar (kaliptra) , berfungsi sebagai pelindung berbagai meristem dan melumasi
akar untuk mengurangi gesekan antara ujung akar dan butiran tanah pada saat
menembus tanah.
2.
Daerah
meristem, terdapat di sebelah dalam tudung akar yang selalu membelah ,
tujuannya adalah untuk memperbanyak sel dan mengganti sel-sel yang rusak.
3.
Daerah
pemanjangan (elongation zone), sel-sel baru yang terbentuk dari meristem
membesar dan mengakibatkan akar tumbuh memanjang .
4.
Daerah
penyerapan, tumbuh rambut-rambut akar, yang merupakan modifikasi dari sel-sel
epidermis akar muda .
5.
Daerah
diferensiasi , merupakan tempat sel-sel menjadi matang, terlihat adanya
perbedaan jaringan penyusun akarnya .
Dalam irisan melintang, akar memiliki bagian sebagai berikut :
1.
Epidermis,
merupakan terluar dari akar, selnya rapat dan tidak memiliki ruang antar sel .
Fungsinya untuk menyerap air dan membentuk rambut akar (trikoblas)
2.
Korteks,
berada di sebelah dalam epidermis, terdiri dari sel parenkim dinding tipis
dengan rongga antar sel untuk pertukaran zat.
3.
Endodermis,
terdiri atas sel yang saling berhubungan berbentuk silinder memisahkan parenkim
korteks dengan silinder pusat/stele dan berkas pengangkut di dalamnya .
4.
Stele/silinder
pusat, bagian paling dalam dan akar terdiri atas jaringan perisikel/perikambium,
berkas pembuluh angkut dan empulur .
Gambar sistem jaringan akar
Struktur
Jaringan Batang
Batang memiliki bagian buku tempat daun melekat dan bagian ruas
yang merupakan bagian di antara dua buku . Pertumbuhan meristem apikal antara
batang dikotil dan batang monokotil memiliki perbedaan yang khas . Struktur
batang dikotil bervariasi berasal dari meristem apikal yang terus menerus
membelah, sehingga batang dapat tumbuh memanjang , kemudian tumbuh
berdiferensiasi menjadi jaringan primer . Jaringan primer tersebut meliputi
bakal daun, tunas ketiak, epidermis , korteks, ikatan pembuluh, dan empulur .
Epidermis biasanya terdiri atas satu lapisan sel yang memiliki
mulut daun (stomata) dan rambut (trikomata) . Sel epidermis termasuk sel hidup
dan mampu bermitosis . Berfungsi untuk memperluas permukaan apabila terjadi
tekanan dari dalam akibat pertumbuhan sekunder . Dinding sel epidermis tidak
mudah ditembus air dan berfungsi melindungi batang di bagian dalamnya .
Korteks adalah daerah di antara epidermis dan sel silinder pembuluh
paling luar, biasanya terdiri atas parenkim yang dapat berisi kloroplas , di
tepi luar sering terdapat kolenkim dan sklerenkim . Batas antara korteks dan
daerah jaringan pembuluh sering tak jelas karena tidak ada endodermis . Pada
batang muda jarak ( Ricinus comunis) misalnya . Lapisan korteks terdalam dapat
berisi pati dan disebut seludang pati . Namun, beberapa dikotil membentuk pita
caspary pada lapisan korteks paling dalam , dan pada beberapa tumbuhan paku
menunjukkan endodermis yang jelas .
Stele adalah bagian terdalam organ batang tumbuhan, terdiri atas
jaringan :
1.
Berkas
pengangkut, pada tanaman dikotil terdiri atas xilem dan floem yang tersusun
dalam ikatan pembuluh , karena letaknya berdekatan .
2.
Empulur,
terdiri atas jaringan parenkim dengan ruang antar sel yang jelas . Lapisan
luarnya terdiri atas sel yang kevil dan rapat . Biasanya berisi kelenjar
minyak, kristal dan lain-lain .
3.
Perikambium,
disebut juga sebagai perisikel merupakan jaringan yang melingkari pembuluh
angkut . bagian dalamnya berbatasan dengan floem primer dan bagian luarnya
dibatasi oleh endodermis atau dengan korteks, dan
4.
Jari-jari
empulur, terdiri atas sederetan sel seperti pita radier , mulai dari empulur
sampai floem dalam selnya terdapat kristal butir amilum .
Struktur batang monokotil memilki
meristem apikal yang kecil , yang akan berkembang menjadi bakal daun, tunas
ketiak dan epidermis . Jika pada gymnospermae dan dikotil . Letak ikatan
pembuluh berada dalam lingkaran , sedangkan pada monokotil letaknya tersebar
(terpisah-pisah) berbentuk kolateral, atau dalam dua lingkaran . Tidak
ditemukan kambium (kolateral tertutup) , sehingga tidak terjadi pertumbuhan
sekunder .
Struktur
Jaringan Daun
Dalam irisan melintang , daun terdiri atas :
1.
Jaringan
epidermis , tidak berklorofil . Terdapat dipermukaan dan bawah helaian daun,
susunan selnya rapat (kompak) sehingga tidak mempunyai rongga antar sel
mengalami modifikasi menjadi mulut daun (stomata) , trikomata, dan kelenjar
minyak .
2.
Jaringan
mesofil, merupakan bagian utama daun, banyak mengandung kloroplas dan ruang
antarsel , dapat bersifat homogen atau terbagi menjadi jaringan tiang
(palisade) dengan ciri khas selnya memanjang tegak lurus terhadap permukaan
helaian daun , susunannya lebih rapat, namun sisi panjang selnya terpisah
sehingga udara dalam ruang antarsel tetap dapat mencapai sisi panjang , dan
jaringan bunga karang (spons) yang memiliki ruang antarsel lebih luas .
3.
Jaringan
pembuluh angkut, tersebar dalam tulang daun dan seluruh helaian daun , xilem
terletak di bagian atas menghadap ke jaringan palisade yang berupa rongga udara
besar berdinding tebal, sedangkan floem terdiri atas sekelompok sel, dan
terletak di sebelah bawah xilem, dan
4.
Jaringan
sekresi, berfungsi sebagai tempat berlangsungnya proses sekresi atau
pengeluaran senyawa dan daun tumbuh-tumbuhan .
Struktur Jaringan Bunga
Bunga terdiri atas bagian yang steril dan bagian yang fertil
(reproduktif) . Bagian steril meliputi sejumlah helai daun kelopak (sepal),
kumpulannya disebut kaliks, dan sejumlah helai daun mahkota (petal),
kumpulannya disebut korola . Kaliks dan korola, bersama-sama disebut perhiasan
bunga (periant) . Jika periant tidak terbagi menjadi kaliks dan korola, setiap
helaiannya disebut tepal . Bagian reproduktif adalah benang sari atau stamen
(mikrosporofil) dan daun buah atau karpel (megasporofil) . Kesluruhan stamen
disebut andresium dan keseluruhan karpel disebut ginesium .
Struktur
Jaringan Buah
Buah merupakan organ tanaman yang mengandung biji , biasanya
berasal dari alat pembiakan betina, namun ada juga bagian-bagian bunga yang
ikut serta menyusun buah . Kulit buah sebelum masak tidak mengalami perubahan
yang berarti . Pada proses pendewasaan buah , banyak terjadi perubahan . Ada
jaringan yang tertekan dan ada jaringan yang meluas .
Kulit buah yang telah masak dapat dibedakan menjadi 3 bagian utama
, yaitu :
1.
Eksokarp,
merupakan kulit terluar atau disebut juga epikarp
2.
Mesokarp,
bagian yang terdapat di tengah umumnya tebal terutama pada buah berdaging .
Misalnya papaya , ataupun berbentuk serabut misalnya pada kelapa
3.
Endocarp,
merupakan kulit terdalam biasanya sangat keras karena mengandung sel-sel batu .
Misalnya pada kelapa .
GAMBAR
IRISAN MELINTANF A. BUAH KELAPA B. BUAH JERUK
Struktur
Jaringan Biji
Struktur jaringan biji yang masak terdiri atas 3 bagian, yaitu :
1. Embrio,
berasal dari zygot (hasil penyatuan gamet jantan dengan sel telur), merupakan
sporofit muda yang tidak segera melanjutkan pertumbuhannya , tetapi memasuki
masa istirahat (dorman), dikelilingi oleh cadangan makanan untuk menunjang
pertumbuhannya sampai mampu berfotosintesis .
2. Endosperm ,dibentuk oleh hasil penyatuan inti
sel jantan dengan inti sel sentral , berfungsi sebagai penyimpanan cadangan
makanan .
3. Kulit biji (integument), berasal dari dinding
bakal biji, berfungsi untuk melindungi embrio dan bagian-bagian biji yang ada
di dalamnya .
DASAR-DASAR ANATOMI HEWAN
- Pengertian anatomi hewan
Untuk lebih memahami materi perkuliahan maka di lanjutkan dengan
praktikum dengan berpedoman pada LK. Praktikum pada bab ini tentang memahami
anatomi hewan, praktikum dilakukan dengan melakukan pembedahan (secoee) hewan
dari kelas yang terendah dari flum verbetrata yaitu dari pisces, amphibi,
reptil, aves, dan mamalia. Pengamatan anatomi meliputi berbagai sistem organ
tubuh, meliputi : sistem integumentum (kulit), sistem rangka, sistem otot,
sistem pencernaan, sistem pernafasan (respirasi),sistem sirkulasi darah, sistem
ekskresi, sistem reproduksi dari tiap-tiap spesimen.berdasarkan praktikum
tersebut maka akan diketahui tentang comparativa anatomi ( perbandingan anatomi
)dari spesimen terendah ( pisces ) sampai spesimen paling tinggi komplek (
mamalia ).
- Sistem tubuh dan fungsi hewan vertebrata
Sistem
integumentum (kulit)
Kulit, disebut pula cutis (romawi) atau integumentum commune ialah
bagian tubuh paling luar yang menutupi seluruh permukaan tubuh dan merupakan
satu system organ yang dengan struktur-struktur yan gdibentuknya membangun
perlindungan bagi tubuh.
Fungsi kulit adalah sebagai berikut :
·
Sebagai
penutup tubuh yang sekaligus memisahkan jaringan di dalam dengan dunia luar
serta melindunginya terhadap gangguan yang datang dari luar (proteksi) seperti
:
a.
Kekeringan,
terutama hewan yang lingkungan hidupnya di air, dengan sekresi yaitu
pengeluaran zat-zat oleh kelenjar-kelenjar
b.
Panas
matahari, kedinginan misalnya pigmentasi yang insentif untuk menahan trikmatahari adanaya bulu-bulu untuk insulasi
tubuh
c.
Terhadap
zat-zat kimiawi oleh selsel epidermis
·
Sebagai
alat untuk pembelaan diri, misalnya :
a.
Pembentuk
tanduk
b.
Sekresi
kelenjar racun
c.
Adanya
ujung-ujung saraf sensible
·
Ikut
dalam penyelenggaraan pertukaran zat, misalnya :
a.
Respirasi
( pernapasan ) pada kulit ampibia
b.
Ekskresi
pengeluaran zat yang tak digunakan lagi oleh badan misalnya : keringat,
racun-racun hal ini penting untuk kehakiman kedokteran, misalnya ekresi dengan
garam-garam perak (armgyrosis), alsenicum di tanah tempat penguburan.
c.
Akumulasi
zat-zat makanan, misalnya lemak dan air susu lama mengandung anaknya pada
mamalia.
·
Sebagai
alat untuk penarik jenis kelamin lain (sexuil)
Karena seluruh kehidupan menyangkut penyesuaian yang terus menerus
antara proses-Proses di dalam organisme terhadap kondisi luar. Maka kulit
dengan turunan-turunannya yang menjadi perantara dalam hubungan tersebut
merupakan organ yang penting. Kulit dapat berpungsi melindungi tubuh dari
gangguan mekanis, contohnya : kulit dapat di perkuat dengan adanya sisik,
lendir, bulu atau rambut. Kulit dapat berpungsi sebagai isolator dengan
perantaraan bulu atau kulit yang berambut (fu).
Adanya pigmen digunakan untuk efesiensi absorsi panas atau
radiasipanas. Untuk melindungi diri dari sinar ultra violet, umtuk peringatan,
mimikri dan pengenalan jeenis lain sesama spesies. Kulit merupakan tempat bagi
banyak macam organ sensoris, seperti untuk merasa. Kulit juga dapat di gunakann
untuk komunikasi, mempertahankan diri dengan perantaraan tanduk, taji, cakar
atau kelenjar bisa, dapat juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan air dan
elektrolit.
Suatu penutup tubuh
yang terdiri atas epitel berlapis banyak terdapat pada hewan vertebrata. Dalam
epitel semacam itu, lapisann sel yang luar mempuyai fungsi melindungi lapisan
sel yang dalam. Pada hewan yang hidup dilingkungan yang kering, lapisan sel
yang luar mati dan menanduk, lapisan yang menanduk ini untuk pertama kalinya
dapat dijumpai pertama kalinya dapat di jumpai pada ampibia dan selanjutnya
pada semua hewan yang hidup di darat.
Kulit sejati hanya terdapat pada hewan vertebrata dan terdiri atas
suatu lapisan luar yang disebut epidermis, berupa suatu epitel dan berasal dari
lapisan lembaga ektoderm. Selain itu kulitjuga di bangun oleh suatu lapisan
jaringan ikat yang di sebut dermis dan berasal dari lapisan mesoderm.
Sistem
rangka
Rangka selain
berfungsi sebagai penunjang tubuh dan organ vital, bersama-sama dengan otot
membangun alat gerak. Selian itu merupakan sumber kalsium.
Endoskelet dapat di bagi menjadi :
·
Rahang
sumbu yang terdiri atas, cranium (tengkorak), columna vertebrata, tulang
belakang, costae (rusuk), dan sternum (tulang dada)
·
Rangka
anggota yang terdiri atas, gelang pectoral (gelang bahu) dengan rangka anggota
depan, gelang pelvic (gelang panggul) dengan rangka anggota belakang
·
Gelang
heterotopik, merupakan tulang yang tumbuh di dalam jantung
Sistem otot
Berdasarkan
sifat-sifat kontraksinya serta struktur histologis dari serabut-serabutnya
sistem otot di bedakan menjadi 3 yaitu, :
Smooth muscle fibers (serabut otot polos)
Mempunyai sifat-sifat :
- Serabutnya panjang dengan kedua ujungnya runcing
- Mempunyai satu inti sell, yang terletak central
- Tidak bergaris-garis melintang
- Sifat kontraksinya :
Non voluntary (tidak di bawah kehendak)
Kontraksinya lambat berirama tahan lama
- Terdapatnya dalam tubuh pada dinding-dinding alat pencernaan makanan,alat-alat peredaran darah, pembuluh, kelenjar-kelenjar, gelembung kencing dan uterus
Dalam sitoplasma dan serabut-serabut otot terdapat fibrol-fibrol
yang merupakan elemen kontraktil tersusun atas deretan-deretan molekul protein.
Cardiac muscle (serabut otot jangtung)
Mempunyai sifat-sifat :
- Tidak tersusun atas serabut-serabut yang berdiri sendiri, akan tetapi berupa syncithra yaitu jaringan bbeberapa serabut yang dinding-dinding pembatasnya lebur sehingga susunan seperti jala-jala.
- Inti sell banyak terletak sentral
- Bergaris melintang, di samping garis melintang masih terdapat garis-garis tebal pada jarak-jarak tertentu yang disebut discus intercalatus
- Sifat kontraksinya non voluntary
- Khusus terdapat pada jantung
Skelelet muscle (serabut otot kerangka)
Mempunyai sifat-sifat :
- Serabut-serabutnya panjang berbentuk slinder
- Inti sell banyak terletak eksantris (di tepi sell)
- Berbaris melintang
- Sifat kontraksinya :
Voluntary (di bawah pengaruh kehendak)
Cepat tidak berirama
Lekas lelah
Sistem pencernaan
Bagian pokok sistem pencernaan makanan adalah saluraan pencernaan
dan kelenjar pencernaan. Fungsinya adalah untuk memasukan makanan kedalam
tubuh, mencerna, mengabsorbsi, dan membuang sisa makanan yang tidak tercerna.
Makanan diperlukan, karena merupakan sumber energi, sumber bahan pembangun
untuk tubuh, memperbaiki jaringan yang rusak, hasil sekresi, sumber vitaamin,
dan mineral.
Saluran pencernaan merupakan suatu tabung yang jarang lurus, tetapi
berbelok-belok atau melingkar-lingkar, dimulai dengan mulut dan berakhir dengan
di anus.bagian utama di saluran ini adalah mulut ( rima oris,farinks, esopagus,
lambung,gaster dan usus.
Pada vertebrata tinggi gaster umumnya sangat besar dan
kadang-kadang sangat kompleks, besar kecilnya gaster tergantung macam dan
banayk makanan serta bentuk tubuh hewan tersebut. Burung dan riminantia ( hewan
memamah biak ) mempunyai struktur gaster yang lebih kompleks
Gastrum ( lambung )
Aves. Gaster terdiri dari proventriculus dan ventriculus,
proventriculus dindingnya banyak terdapat kelenjar-kelanjar yang mensekresiakan
getah pencernaan, sedangkan pada ventriculus gizard mempunyai dinding otot yang
tebal serta lapisan tendo yang keras untuk menghancurkan makanan.
Intestinum (usus)
Usus herbivora lebih panjang dari pada usus amnipora maupun
karnivora. Usus dapat dibedakan menjadi 2 bagian besar :
- Intestinum tenue ( usus halus ). Terdiri dari usus 12 jari, jejenum dan ileum.
- Intestinum crasum ( usus besar ). Terdiri dari caecum dengan appendix vermiformis , colon, rectum dan anus
Hepar ( hati )
Dalam perkembangan embrional mamalia, hati merupakan derival dan
saluran pencernaan bagi posterior. Sedangkan elembung empedu merupakan
diverticulum dari hati. Pisces, hatinya sangat besar dan terdiri dari dau lobi,
manusia mempunyai 5 lobi, sedangkan pada anjing tujuh lobi. Hewan-hewan yang
mempunyai tubuh panjang lobi dan thati juga memanjang dan mempunyai tendensi
menggabung menjadi satu lobus misalnya pada ular.
Vesica felea ( gelembung empedu )
Umumnya menjadi satu dengan jaringan hati, misalnya pada rusa dan
beberapa jenis herbivora, burung merpati tidak mempunyai gelembung empedu
tetapi mempunyai sepasang pembuluh empedu.
Pankreas
Pankreas yang merupakan derivat dan saluran pencernaan pada
cyclostomata, jaringan pankreas menjadi satu dengan jaringan hati . katak,
reptil,burung dan mamalia terdapat terdekat duodenum, pada amnionta pankres
mula-mula berasal dari dua diverticulum
dibagian veniral dengan salurannya disebut ductuswirsungi, sedangkan satu
diverticulum dan bagian dorsal dengan salurannya ductur santorini.
Sistem sirkulasi (pernafasan)
Pernafasan pada mahluk hidup mempunyai dua arti :
- Pengambilan udara pernafasan terutama O2 dan pengeluaran gas CO2 dan uap air sebagai waster product dari proses pernapasan. Disebut external respiration
- Peredaran O2 ke seluruh tubuh jaringan-jaringan tubuh melalui kapiler-kapiler yang terdapat didalamnya sehingga O2 dapat mengadakan oksidasi terhadap substansi (terutama lemak dan karbohidrat) yang terdapat didalam jaringan itu sehingga diperolehenergi dan panas dalam tubuh
Jelasnya bahwa O2 sangat dibutuhkan oleh setiap organisme terutamaa
untuk menyelenggarakan oksidasi terhadap substansi yang terdapat dalam sel yang
mengandung energi potential yaitu lemak dan karbohidrat. Cara memperoleh O2
dari berbagai organisme (hewan) tidak sama, misalnya :
- Pada protozoa : O2 diperoleh melalui proses difusi, melalui pemeriksaan sell membran. Pada coelenterata (hydra) dan vermes belum terdapat alat khusus untyuk memperoleh O2, jelas haya melalui permukaan dari tubuhnya.
- Pada cacing tanah mengambil dan juga menggunakan permukaan tubuhnya.
- Pada insecta, O2 diperoleh melalui trancea, untuk menarik O2 dan udara pernapasan didalam darah terdapat pigmen khusus, yaitu :
Ø Haemoglobin
Ø Haemocyanine
Alat pernapasan pada vertebrata
Macam-macam alat pernapasan dapat dicermati sebagai berikut :
- Pada chordata dan vertebrata semua alat pernapasan berkembang dari laring
- Pada chordata rendah dan ikan, alat pernapasannya berupa insang yang tubumbuh dan faring
- Pada dipnoi dengan insang dan paru-paru
- Pada amphibia : larvanya menggunakan eksternal gills, dewasanya menggunakan paru-paru dan permukaan kulitnya.
- Pada amniota menggunakan paru-paru.
Secara fugsional, saluran pernapasan dapat dibagi dalam conducting
portion (bagian penghantar), yang terdiri dari rongga-rongga dan pipa yang
membawa udara dari luar tubuh ke semua bagian paru-paru dan suatu respiratory
portion (bagian pernapasan) yang terdiri dari bagian-bagian di dalam paru-paru
dimana terjadi pertukaran gas antara udara dan darah. Secara antomis jalan lalu
lintaasnya terdiri dari bangunan-bangunan di luar paru-paru dan didalam
paru-paru.
Sistem sirkulasi (peredaran)
Sistem peredaran hewan vertebrata terdiri atas jantung, pembuluh
arteri, pembuluh vena, kapiler darah, serta pembuluh linfa, fungsi darah :
- Oksigen dari organ pernapasan
- Zat makanan didapat dari saluran pencernaan makanan
- Hormon dari sistem endoktrin
- Substansi lain yang diperlukan untuk memelihara homeostasis dan kekebalan terhadap penyakit
- Sampah metabolisme untuk dibuang oleh organ ekskresi
- Arteri
Sifat dan fungsi pembuluh arteri :
- Membawa darah menjauhi jantung
- Dinidngnya berotot dan elastis mempuyai kemampuan mengembangarteri kecil disebut arteriol
- Arteriol berakhir di kapiller
Vena
Sifat dan fungsi pembuluh vena :
- Mengangkut darah kembali ke jantung
- Vena dimulai dari kapiller
- Kurang berotot dan kurang mengandung jaringan elastis, lebih banyak mengandung serabut kolagen,
- Vena terkecil yang dimulai di kapiler disebut venul
Walaupun seluruh pembuluh vena akhirnya berakhir di jantung, namun
ada vena yang disebut vena vorta yang berakhirkan anyaman kapiler di suatu
organ. Dengan demikian sesuatu sistem porta adalah suatu sisten vena yang
bermula dengan kapiler pada sebuah atau beberapa buah organ dan berakhir dengan
anyaman kapilerr di organ lain.
Jantung
Merupakan modifikasi pembuluh darah,dindingny aterdiri atas 3
lapisan sebagai berikut : endokardium, myokardium, dan epikardium. Jantung ikan
terdiri atas sinus venosus, atrium, ventrikel dan konus arteriosus, sinus
venosus dindingnya tipis, menerima darah dari sepasang vena kardinalis komunis
dan sepasang sinus hepatikus, juga menerima vena koronaria, mekanismenya :
darah masuk ke antrium melalui sinus sinostrial dan antrium darah masuk ke
ventrikulus melalui lubang atrioventikular. Lubang sinoatrial maupun lubang
atriovertrikular dijaga oleh katup-katup yang mencegah darah kembali ke ruang
asal.
Sistem eksresi (pengeluaran)
Hasil metabolisme yang tidak berguna lagi bagi tubuh berbahaya atau
beracun bagi mahluk hidup yang memproduksinya, oleh karna itu harus dibuang,
organ yang berperan disebut excretory organ. Secaara umum alat ekresi yang
terdapat pada vertebrata ,yaitu:
- Intestinum (usus)
- Pulmo (paru-paru)
- Integumentum (kulit)
- Ren (ginjal)
Sistem reproduksi
Terdiri dari gonad, gonad jantan disebut testis sedangkan gonad
betina disebut ovarium. Proces spermatogenesis ( pembentukan sperma ) terjadi
dalam tubulus seminiferus, diantara tubuius seminiferus terdapat jaringan
raterstitialyang mengandung sel-sel leyding. Sel ini mengandung kolesterol yang
digunakan untuk mensintesa testosteron. Produksi testosteron berada dibawah
rangsangan hormon LH (luteinizing hormone) dan ICSH ( intrerstitral cell
stimulatinhg hormone ).
Terdapat 3 jenis ovarium,yaitu:
- Ovarium pada kebanyakan hewan vertebrata merupakan oargan yang padat, bila matur (masak), maka telur akan diolulasikan ke rongga.
- Ovariumnya berbentuk kantung dan rongga ovarium langsung berhubungan dengan lumen aviduct (saluran telur),
- Ovarium berongga, tetapi telur yang masak diovulasikan ke dalam selom
Tidak ada komentar:
Posting Komentar