Kamis, 28 Mei 2015

ANATOMI TUMBUHAN DAN HEWAN



DASAR-DASAR ANATOMI TUMBUHAN
A.    Pengertian Anantomi Tumbuhan
Anantomi tumbuhan adalah kajian tentang letak dan fungsi organ dalam pada tumbuh tumbuhan (Estiti , 1995) . Sutrian (2004) menyatakan bahwa anatomi tumbuhan mengkaji tentang susunan dan bentuk-bentuk bagian dalam organ-organ tumbuhan . Berdasarkan definisi diatas , tampak bahwa anatomi tumbuhan tidak hanya mengkaji tentang letak dan fungsi tumbuhan , tetapi juga mengkaji tentang susunan dan bentuk-bentuk organ dalam tumbuh-tumbuhan .
B.     Sistem Jaringan pada Tumbuhan
Unit terkecil tumbuhan adalah sel , kumpulan sel disebut jaringan . Jaringan yang terdiri atas sel-sel yang sama bentuk dan fungsinya disebut jaringan sederhana , sedangkan jaringan yang terdiri atas lebih dari satu macam sel namun asalnya sama disebut jaringan kompleks atau jaringan majemuk (Estiti , 1995) .
Dalam tahun 1875 , Sachs membagi jaringan dalam tiga sistem , yakni sistem dermal sistem jaringan pembuluh , dan sistem jaringan dasar . Sistem dermal terdiri atas epidermis , yang merupakan pelindung pertama (primer) untuk bagian luar tubuh tumbuhan , dan periderm , yang menggantikan epidermis pada tumbuhan yang mengalami pertumbuhan sekunder . Sistem jaringan pembuluh , terdiri atas xilem yang mengangkut air dan garam dari tanah , dan floem yang mengangkut hasil fotosintesis . Sistem jaringan dasar merupakan jaringan yang membentuk dasar bagi tumbuhan namun sekaligus juga menunjukkan spesialisasi . Jaringan dasar utama adalah parenkim dengan semua variasinya ; kolenkim yakni jaringan berdinding tebal dan selnya tetap hidup , dan sklerenkim yakni jaringan pengokoh utama dengan dinding tebal , keras dan seringkali terlignitifikasi (berkayu) dengan sel yang biasanya mati (Estiti , 1995).
1.      Sistem Dermal
a.       Epidermis
Bentuknya beragam , namun kebanyakan berbentuk lempengan ; lapisan luarnya terdiri atas kutikula (lapisan lilin) dan mengalami kutinisasi . Fungsi sebagai pelindung mekanis dan berperan dalam membatasi transpirasi dan pertukaran udara (Estiti , 1995) .
Sifat-sifat jaringan epidermis menurut Djumhana dkk (2006) diantaranya adalah :
1)      Pada daun , mengalami modifikasi menjadi mulut daun trikoma , sedangkan pada batang mengalami modifikasi menjadi lentisel untuk pertukaran gas .
2)      Pada akar , bermodifikasi menjadi bulu-bulu akar untuk menyerap air .
3)      Tidak berklorofil , kecuali pada mulut daun dan daun paku-pakuan .
4)      Selnya berbentuk kubus , berinti dan tidak mempunyai rongga antar sel .
5)      Sebagian jaringan pelindung kebanyakan dilapisi kutikula (lapisan lilin) .
b.      Periderm
Periderm terdiri atas jaringan gabus (felem) kambium gabus (felogen dan feloderm sel hidup yang dibentuk oleh felogen ke arah dalam) . Felem terdiri atas sel berbentuk lempeng , tersusun rapat , dan dindingnya mengandung suberin (zat gabus) . Felogen dibentuk secara sekunder , terletak dalam jaringan yang telah dewasa di bawah epidermis atau di dalam epidermis . Felogen ke arah luar membentuk felem , dan ke arah dalam membentuk felem , dan terdiri atas sel hidup (Estiti , 1995; Djumhana dkk , 2006) .
2.      Sistem Jaringan Pembuluh
a.       Xilem
Berdasarkan struktur dan fungsi , xilem merupakan jaringan yang kompleks berasosiasi dengan floem membentuk jaringan yang bersinambungan di seluruh tubuh tumbuhan . Xilem terdiri atas beberapa jenis sel dan berfungsi dalam pengangkutan air , penyimpanan makanan , dan penyokong (Estiti , 1995) .
Xilem tersusun atas trakeid dan trakea . Trakeid terdiri atas sel yang agak memanjang . Dalam irisan melintang , terlihat persegi dengan dinding ujung yang meruncing . Sel-selnya akan mati setelah dewasa , dan hanya sel yang berlignin yang tetap tinggal . Air dapat bergerak secara lateral diantara dinding selnya karena adanya pit , yaitu lekukan tempat tidak terbentuknya dinding sekuder . Trakea berasal dari trakeid , ujungnya banyak memiliki pori untuk masuknya air dan zat hara . Komponennya lebih pendek dan lebih lebar dari trakeid , berlignin dan dindingnya mengalami penebalan berupa gealang , cincin dan berpilin . Setelah dewasa trakea dan trakeid berbentuk bulat panjang , terdiri atas lignin , dan tidak mengandung kloroplas (Mader , 1987 ; Djumharia dkk , 2006) . Pada tumbuhan paku-pakuan dan tusam . Xilem hanya mengandung trakeid (Kimbal , 1992) .
b.      Floem
Floem merupakan unsur pembuluh tapis yang masing-masing memiliki suatu sel pengiring . Dinamakan pembuluh tapis , karena dinding ujung selnya berlubang . Sel pengiring (pendukung) mempunyai nuklues , sehingga dapat mengambil alih pengendalian umum sel-sel pembuluh tapis (Kimbal , 1992) dengan adanya nukleus tersebut memungkinkan sel pengiring membelah diri sehingga dapat mengawal dan mengawetkan kehidupan di kedua sel (Mader , 1987) sel pengiring terdiri atas serat dan sklereida (Estiti , 1995) . Floem berfungsi sebagai pengangkut hasil fotosintesis (terutama karbohidrat , hormon , dan sedikit asam amino) menyimpan cadangan makanan dan sebagai pendukuang (Estiti , 1995; Djumhana 2006) .
3.      Sistem Jaringan Dasar
a.       Parenkim
Parenkim merupakan sel hidup , bentuknya bersegi banyak ataupun berbentuk bintang terdapat pada korteks akar batang dan mesofil daun , fungsinya antara lain dalam fotosintesis penyimpanan bahan dan penyembuhan luka (Estiti , 1995) .
Jenis-jenis sel parenkim dapat dibedakan menurut bentuk dan fungsinya . Berdasarkan bentuknya sel parenkim dibagi menjadi 3 , yaitu :
1)      Parenkim palisade , merupakan penyusun mesofil daun bentuk selnya panjang , dan mengandung banyak kloroplas .
2)      Parenkim sponse (bunga karang) sebagai penyusunan mesofil daun , ruang antar selnya relative besar , dengan susunan sel yang tidak teratur , dan
3)      Parenkim lipatan , dinding selnya melipat ke arah dalam dan mengandung kloroplas misalnya pada mesofil daun padi dan daun pinus .
Berdasarkan fungsinya , parenkim dibagi menjadi 5 yaitu :
1)      Parenkim asimilasi , di dalam sel-selnya terdapat kloroplas untuk berfotosintesis , terdapat pada mesofil daun , dan pada batang yang berwarna hijau .
2)      Parenkim pengangkut , terdapat pada batang dengan sel berbentuk memanjang menurut arah angkut
3)      Parenkim air , terdapat pada tumbuhan xerofit , epifit sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi musim kering , tidak mengandung kloroplas , vakuola besar dan mengandung sedikit plasma , kadang berlendir seperti pada lidah buaya (Aloe vera)
4)      Parenkim penimbun , terdapat dalam bagian tbuh tanaman , misal pada empulu , batang , umbi dan akar , dan
5)      Parenkim udara , ruang antar selnya besar , sel berbentuk bulat atau bintang , misal pada daun Carina (Djumhana dkk , 2006) .
b.      Kolenkim
Bentuknya berkisar antara bentuk prisma sampai memanjang , dengan penebalan dinding sel yang tidak merata , umumnya terjadi di sudut-sudut sel , terdapat di dekat permukaan korteks pada akar , batang , tangkai daun , dan sepanjang tulang daun besar . Fungsi kolenkim sebagai penunjang mekanis/penyokong organ tumbuhan yang muda (Kimbal , 1992 , Estiti . 1995) .
Berdasarkan penebalan pada dinding sel , kolenkim dibedakan menjadi 4 yaitu :
1)      Kolenkim sudut (angular) pada irisan melintangnya terlihat adanya penebalan disudut-sudut sel .
2)      Kolenkim tubular , penebalannya merata di dinding sel , sehingga ruang sel terlihat seperti tabung .
3)      Kolenkim lempeng (lamellar) penebalan dindingnya sejajar permukaan organ dan
4)      Kolenkim lakunar , penebalannya terdapat di bagian dinding sel yang menghadap rongga antar sel (Djumhana dkk , 2006) .
c.       Skelerenkim
Dinding selnya tebal , sekunder dan seringkali berlignin . pada saat dewasa protoplasnya bisa hilang , membentuk kumpulan sel yang berkesinambungan ataupun terdapat tersendiri di antara sel-sel lain . Sel-selnya berongga dan bukan sel hidup , serta memiliki dinding yang sangat kuat . Fungsi sklerenkim sebagai penyokong bagian tumbuhan yang telah dewasa . Sklerenkim dibedakan menjadi 2 kelompok , yaitu serabut dan sel batu (sklereid) . Serabut terdiri atas sel-sel yang panjang dan sempit , berujung runcing , sel-selnya berkumpul menjadi sebuah jalur panjang .
Pada saat masih muda dan tumbuh aktif , ujung dindingnya saling merapat dan terlihat runcing . Sklereid berasal dari jaringan parenkim dengan penebalan dinding yang terlihat berlapis-lapis , bentuknya sangat bervariasi dari isodiametrik sampai tidak beraturan . Sel-sel sklerenkim terdapat dalam batang . tulang daun , dan berperan penting sebagai penutup luar pada buah dan biji yang keras .
Struktur Jaringan Akar
Dalam irisan membujur , akar memiliki bagian sebagai berikut :
1.      Tudung akar (kaliptra) , berfungsi sebagai pelindung berbagai meristem dan melumasi akar untuk mengurangi gesekan antara ujung akar dan butiran tanah pada saat menembus tanah.
2.      Daerah meristem, terdapat di sebelah dalam tudung akar yang selalu membelah , tujuannya adalah untuk memperbanyak sel dan mengganti sel-sel yang rusak.
3.      Daerah pemanjangan (elongation zone), sel-sel baru yang terbentuk dari meristem membesar dan mengakibatkan akar tumbuh memanjang .
4.      Daerah penyerapan, tumbuh rambut-rambut akar, yang merupakan modifikasi dari sel-sel epidermis akar muda .
5.      Daerah diferensiasi , merupakan tempat sel-sel menjadi matang, terlihat adanya perbedaan jaringan penyusun akarnya .
Dalam irisan melintang, akar memiliki bagian sebagai berikut :
1.      Epidermis, merupakan terluar dari akar, selnya rapat dan tidak memiliki ruang antar sel . Fungsinya untuk menyerap air dan membentuk rambut akar (trikoblas)
2.      Korteks, berada di sebelah dalam epidermis, terdiri dari sel parenkim dinding tipis dengan rongga antar sel untuk pertukaran zat.
3.      Endodermis, terdiri atas sel yang saling berhubungan berbentuk silinder memisahkan parenkim korteks dengan silinder pusat/stele dan berkas pengangkut di dalamnya .
4.      Stele/silinder pusat, bagian paling dalam dan akar terdiri atas jaringan perisikel/perikambium, berkas pembuluh angkut dan empulur .
Gambar sistem jaringan akar
Struktur Jaringan Batang
Batang memiliki bagian buku tempat daun melekat dan bagian ruas yang merupakan bagian di antara dua buku . Pertumbuhan meristem apikal antara batang dikotil dan batang monokotil memiliki perbedaan yang khas . Struktur batang dikotil bervariasi berasal dari meristem apikal yang terus menerus membelah, sehingga batang dapat tumbuh memanjang , kemudian tumbuh berdiferensiasi menjadi jaringan primer . Jaringan primer tersebut meliputi bakal daun, tunas ketiak, epidermis , korteks, ikatan pembuluh, dan empulur .
Epidermis biasanya terdiri atas satu lapisan sel yang memiliki mulut daun (stomata) dan rambut (trikomata) . Sel epidermis termasuk sel hidup dan mampu bermitosis . Berfungsi untuk memperluas permukaan apabila terjadi tekanan dari dalam akibat pertumbuhan sekunder . Dinding sel epidermis tidak mudah ditembus air dan berfungsi melindungi batang di bagian dalamnya .
Korteks adalah daerah di antara epidermis dan sel silinder pembuluh paling luar, biasanya terdiri atas parenkim yang dapat berisi kloroplas , di tepi luar sering terdapat kolenkim dan sklerenkim . Batas antara korteks dan daerah jaringan pembuluh sering tak jelas karena tidak ada endodermis . Pada batang muda jarak ( Ricinus comunis) misalnya . Lapisan korteks terdalam dapat berisi pati dan disebut seludang pati . Namun, beberapa dikotil membentuk pita caspary pada lapisan korteks paling dalam , dan pada beberapa tumbuhan paku menunjukkan endodermis yang jelas .
Stele adalah bagian terdalam organ batang tumbuhan, terdiri atas jaringan :
1.      Berkas pengangkut, pada tanaman dikotil terdiri atas xilem dan floem yang tersusun dalam ikatan pembuluh , karena letaknya berdekatan .
2.      Empulur, terdiri atas jaringan parenkim dengan ruang antar sel yang jelas . Lapisan luarnya terdiri atas sel yang kevil dan rapat . Biasanya berisi kelenjar minyak, kristal dan lain-lain .
3.      Perikambium, disebut juga sebagai perisikel merupakan jaringan yang melingkari pembuluh angkut . bagian dalamnya berbatasan dengan floem primer dan bagian luarnya dibatasi oleh endodermis atau dengan korteks, dan
4.      Jari-jari empulur, terdiri atas sederetan sel seperti pita radier , mulai dari empulur sampai floem dalam selnya terdapat kristal butir amilum .
Struktur batang monokotil memilki meristem apikal yang kecil , yang akan berkembang menjadi bakal daun, tunas ketiak dan epidermis . Jika pada gymnospermae dan dikotil . Letak ikatan pembuluh berada dalam lingkaran , sedangkan pada monokotil letaknya tersebar (terpisah-pisah) berbentuk kolateral, atau dalam dua lingkaran . Tidak ditemukan kambium (kolateral tertutup) , sehingga tidak terjadi pertumbuhan sekunder .
Struktur Jaringan Daun
Dalam irisan melintang , daun terdiri atas :
1.      Jaringan epidermis , tidak berklorofil . Terdapat dipermukaan dan bawah helaian daun, susunan selnya rapat (kompak) sehingga tidak mempunyai rongga antar sel mengalami modifikasi menjadi mulut daun (stomata) , trikomata, dan kelenjar minyak .
2.      Jaringan mesofil, merupakan bagian utama daun, banyak mengandung kloroplas dan ruang antarsel , dapat bersifat homogen atau terbagi menjadi jaringan tiang (palisade) dengan ciri khas selnya memanjang tegak lurus terhadap permukaan helaian daun , susunannya lebih rapat, namun sisi panjang selnya terpisah sehingga udara dalam ruang antarsel tetap dapat mencapai sisi panjang , dan jaringan bunga karang (spons) yang memiliki ruang antarsel lebih luas .
3.      Jaringan pembuluh angkut, tersebar dalam tulang daun dan seluruh helaian daun , xilem terletak di bagian atas menghadap ke jaringan palisade yang berupa rongga udara besar berdinding tebal, sedangkan floem terdiri atas sekelompok sel, dan terletak di sebelah bawah xilem, dan
4.      Jaringan sekresi, berfungsi sebagai tempat berlangsungnya proses sekresi atau pengeluaran senyawa dan daun tumbuh-tumbuhan .
Struktur Jaringan Bunga
Bunga terdiri atas bagian yang steril dan bagian yang fertil (reproduktif) . Bagian steril meliputi sejumlah helai daun kelopak (sepal), kumpulannya disebut kaliks, dan sejumlah helai daun mahkota (petal), kumpulannya disebut korola . Kaliks dan korola, bersama-sama disebut perhiasan bunga (periant) . Jika periant tidak terbagi menjadi kaliks dan korola, setiap helaiannya disebut tepal . Bagian reproduktif adalah benang sari atau stamen (mikrosporofil) dan daun buah atau karpel (megasporofil) . Kesluruhan stamen disebut andresium dan keseluruhan karpel disebut ginesium .
Struktur Jaringan Buah
Buah merupakan organ tanaman yang mengandung biji , biasanya berasal dari alat pembiakan betina, namun ada juga bagian-bagian bunga yang ikut serta menyusun buah . Kulit buah sebelum masak tidak mengalami perubahan yang berarti . Pada proses pendewasaan buah , banyak terjadi perubahan . Ada jaringan yang tertekan dan ada jaringan yang meluas .
Kulit buah yang telah masak dapat dibedakan menjadi 3 bagian utama , yaitu :
1.      Eksokarp, merupakan kulit terluar atau disebut juga epikarp
2.      Mesokarp, bagian yang terdapat di tengah umumnya tebal terutama pada buah berdaging . Misalnya papaya , ataupun berbentuk serabut misalnya pada kelapa
3.      Endocarp, merupakan kulit terdalam biasanya sangat keras karena mengandung sel-sel batu . Misalnya pada kelapa .
GAMBAR IRISAN MELINTANF A. BUAH KELAPA B. BUAH JERUK
Struktur Jaringan Biji
Struktur jaringan biji yang masak terdiri atas 3 bagian, yaitu :
1. Embrio, berasal dari zygot (hasil penyatuan gamet jantan dengan sel telur), merupakan sporofit muda yang tidak segera melanjutkan pertumbuhannya , tetapi memasuki masa istirahat (dorman), dikelilingi oleh cadangan makanan untuk menunjang pertumbuhannya sampai mampu berfotosintesis .
2. Endosperm ,dibentuk oleh hasil penyatuan inti sel jantan dengan inti sel sentral , berfungsi sebagai penyimpanan cadangan makanan .
3. Kulit biji (integument), berasal dari dinding bakal biji, berfungsi untuk melindungi embrio dan bagian-bagian biji yang ada di dalamnya .

DASAR-DASAR ANATOMI HEWAN
  1. Pengertian anatomi hewan
Untuk lebih memahami materi perkuliahan maka di lanjutkan dengan praktikum dengan berpedoman pada LK. Praktikum pada bab ini tentang memahami anatomi hewan, praktikum dilakukan dengan melakukan pembedahan (secoee) hewan dari kelas yang terendah dari flum verbetrata yaitu dari pisces, amphibi, reptil, aves, dan mamalia. Pengamatan anatomi meliputi berbagai sistem organ tubuh, meliputi : sistem integumentum (kulit), sistem rangka, sistem otot, sistem pencernaan, sistem pernafasan (respirasi),sistem sirkulasi darah, sistem ekskresi, sistem reproduksi dari tiap-tiap spesimen.berdasarkan praktikum tersebut maka akan diketahui tentang comparativa anatomi ( perbandingan anatomi )dari spesimen terendah ( pisces ) sampai spesimen paling tinggi komplek ( mamalia ).
  1. Sistem tubuh dan fungsi hewan vertebrata
Sistem integumentum (kulit)
Kulit, disebut pula cutis (romawi) atau integumentum commune ialah bagian tubuh paling luar yang menutupi seluruh permukaan tubuh dan merupakan satu system organ yang dengan struktur-struktur yan gdibentuknya membangun perlindungan bagi tubuh.
Fungsi kulit adalah sebagai berikut :
·         Sebagai penutup tubuh yang sekaligus memisahkan jaringan di dalam dengan dunia luar serta melindunginya terhadap gangguan yang datang dari luar (proteksi) seperti :
a.       Kekeringan, terutama hewan yang lingkungan hidupnya di air, dengan sekresi yaitu pengeluaran zat-zat oleh kelenjar-kelenjar
b.      Panas matahari, kedinginan misalnya pigmentasi yang insentif untuk menahan  trikmatahari adanaya bulu-bulu untuk insulasi tubuh
c.       Terhadap zat-zat kimiawi oleh selsel epidermis
·         Sebagai alat untuk pembelaan diri, misalnya :
a.       Pembentuk tanduk
b.      Sekresi kelenjar racun
c.       Adanya ujung-ujung saraf sensible
·         Ikut dalam penyelenggaraan pertukaran zat, misalnya :
a.       Respirasi ( pernapasan ) pada kulit ampibia
b.      Ekskresi pengeluaran zat yang tak digunakan lagi oleh badan misalnya : keringat, racun-racun hal ini penting untuk kehakiman kedokteran, misalnya ekresi dengan garam-garam perak (armgyrosis), alsenicum di tanah tempat penguburan.
c.       Akumulasi zat-zat makanan, misalnya lemak dan air susu lama mengandung anaknya pada mamalia.
·         Sebagai alat untuk penarik jenis kelamin lain (sexuil)
Karena seluruh kehidupan menyangkut penyesuaian yang terus menerus antara proses-Proses di dalam organisme terhadap kondisi luar. Maka kulit dengan turunan-turunannya yang menjadi perantara dalam hubungan tersebut merupakan organ yang penting. Kulit dapat berpungsi melindungi tubuh dari gangguan mekanis, contohnya : kulit dapat di perkuat dengan adanya sisik, lendir, bulu atau rambut. Kulit dapat berpungsi sebagai isolator dengan perantaraan bulu atau kulit yang berambut (fu).
Adanya pigmen digunakan untuk efesiensi absorsi panas atau radiasipanas. Untuk melindungi diri dari sinar ultra violet, umtuk peringatan, mimikri dan pengenalan jeenis lain sesama spesies. Kulit merupakan tempat bagi banyak macam organ sensoris, seperti untuk merasa. Kulit juga dapat di gunakann untuk komunikasi, mempertahankan diri dengan perantaraan tanduk, taji, cakar atau kelenjar bisa, dapat juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan air dan elektrolit.
Suatu penutup tubuh yang terdiri atas epitel berlapis banyak terdapat pada hewan vertebrata. Dalam epitel semacam itu, lapisann sel yang luar mempuyai fungsi melindungi lapisan sel yang dalam. Pada hewan yang hidup dilingkungan yang kering, lapisan sel yang luar mati dan menanduk, lapisan yang menanduk ini untuk pertama kalinya dapat dijumpai pertama kalinya dapat di jumpai pada ampibia dan selanjutnya pada semua hewan yang hidup di darat.
Kulit sejati hanya terdapat pada hewan vertebrata dan terdiri atas suatu lapisan luar yang disebut epidermis, berupa suatu epitel dan berasal dari lapisan lembaga ektoderm. Selain itu kulitjuga di bangun oleh suatu lapisan jaringan ikat yang di sebut dermis dan berasal dari lapisan mesoderm.
Sistem rangka
            Rangka selain berfungsi sebagai penunjang tubuh dan organ vital, bersama-sama dengan otot membangun alat gerak. Selian itu merupakan sumber kalsium.
Endoskelet dapat di bagi menjadi :
·         Rahang sumbu yang terdiri atas, cranium (tengkorak), columna vertebrata, tulang belakang, costae (rusuk), dan sternum (tulang dada)
·         Rangka anggota yang terdiri atas, gelang pectoral (gelang bahu) dengan rangka anggota depan, gelang pelvic (gelang panggul) dengan rangka anggota belakang
·         Gelang heterotopik, merupakan tulang yang tumbuh di dalam jantung
Sistem otot
            Berdasarkan sifat-sifat kontraksinya serta struktur histologis dari serabut-serabutnya sistem otot di bedakan menjadi 3 yaitu, :
Smooth muscle fibers (serabut otot polos)
Mempunyai sifat-sifat :
  • Serabutnya panjang dengan kedua ujungnya runcing
  • Mempunyai satu inti sell, yang terletak central
  • Tidak bergaris-garis melintang
  • Sifat kontraksinya :
Non voluntary (tidak di bawah kehendak)
Kontraksinya lambat berirama tahan lama
  • Terdapatnya dalam tubuh pada dinding-dinding alat pencernaan makanan,alat-alat peredaran darah, pembuluh, kelenjar-kelenjar, gelembung kencing dan uterus
Dalam sitoplasma dan serabut-serabut otot terdapat fibrol-fibrol yang merupakan elemen kontraktil tersusun atas deretan-deretan molekul protein.
Cardiac muscle (serabut otot jangtung)
Mempunyai sifat-sifat :
  • Tidak tersusun atas serabut-serabut yang berdiri sendiri, akan tetapi berupa syncithra yaitu jaringan bbeberapa serabut yang dinding-dinding pembatasnya lebur sehingga susunan seperti jala-jala.
  • Inti sell banyak terletak sentral
  • Bergaris melintang, di samping garis melintang masih terdapat garis-garis tebal pada jarak-jarak tertentu yang disebut discus intercalatus
  • Sifat kontraksinya non voluntary
  • Khusus terdapat pada jantung
Skelelet muscle (serabut otot kerangka)
Mempunyai sifat-sifat :
  • Serabut-serabutnya panjang berbentuk slinder
  • Inti sell banyak terletak eksantris (di tepi sell)
  • Berbaris melintang
  • Sifat kontraksinya :
Voluntary (di bawah pengaruh kehendak)
Cepat tidak berirama
Lekas lelah
Sistem pencernaan
Bagian pokok sistem pencernaan makanan adalah saluraan pencernaan dan kelenjar pencernaan. Fungsinya adalah untuk memasukan makanan kedalam tubuh, mencerna, mengabsorbsi, dan membuang sisa makanan yang tidak tercerna. Makanan diperlukan, karena merupakan sumber energi, sumber bahan pembangun untuk tubuh, memperbaiki jaringan yang rusak, hasil sekresi, sumber vitaamin, dan mineral.
Saluran pencernaan merupakan suatu tabung yang jarang lurus, tetapi berbelok-belok atau melingkar-lingkar, dimulai dengan mulut dan berakhir dengan di anus.bagian utama di saluran ini adalah mulut ( rima oris,farinks, esopagus, lambung,gaster dan usus.
Pada vertebrata tinggi gaster umumnya sangat besar dan kadang-kadang sangat kompleks, besar kecilnya gaster tergantung macam dan banayk makanan serta bentuk tubuh hewan tersebut. Burung dan riminantia ( hewan memamah biak ) mempunyai struktur gaster yang lebih kompleks
Gastrum ( lambung )
Aves. Gaster terdiri dari proventriculus dan ventriculus, proventriculus dindingnya banyak terdapat kelenjar-kelanjar yang mensekresiakan getah pencernaan, sedangkan pada ventriculus gizard mempunyai dinding otot yang tebal serta lapisan tendo yang keras untuk menghancurkan makanan.
Intestinum (usus)
Usus herbivora lebih panjang dari pada usus amnipora maupun karnivora. Usus dapat dibedakan menjadi 2 bagian besar :
  • Intestinum tenue ( usus halus ). Terdiri dari usus 12 jari, jejenum dan ileum.
  • Intestinum crasum ( usus besar ). Terdiri dari caecum dengan appendix vermiformis , colon, rectum dan anus
Hepar ( hati )
Dalam perkembangan embrional mamalia, hati merupakan derival dan saluran pencernaan bagi posterior. Sedangkan elembung empedu merupakan diverticulum dari hati. Pisces, hatinya sangat besar dan terdiri dari dau lobi, manusia mempunyai 5 lobi, sedangkan pada anjing tujuh lobi. Hewan-hewan yang mempunyai tubuh panjang lobi dan thati juga memanjang dan mempunyai tendensi menggabung menjadi satu lobus misalnya pada ular.
Vesica felea ( gelembung empedu )
Umumnya menjadi satu dengan jaringan hati, misalnya pada rusa dan beberapa jenis herbivora, burung merpati tidak mempunyai gelembung empedu tetapi mempunyai sepasang pembuluh empedu.
Pankreas
Pankreas yang merupakan derivat dan saluran pencernaan pada cyclostomata, jaringan pankreas menjadi satu dengan jaringan hati . katak, reptil,burung dan mamalia terdapat terdekat duodenum, pada amnionta pankres mula-mula berasal  dari dua diverticulum dibagian veniral dengan salurannya disebut ductuswirsungi, sedangkan satu diverticulum dan bagian dorsal dengan salurannya ductur santorini.
Sistem sirkulasi (pernafasan)
Pernafasan pada mahluk hidup mempunyai dua arti :
  • Pengambilan udara pernafasan terutama O2 dan pengeluaran gas CO2 dan uap air sebagai waster product dari proses pernapasan. Disebut external respiration
  • Peredaran O2 ke seluruh tubuh jaringan-jaringan tubuh melalui kapiler-kapiler yang terdapat didalamnya sehingga O2 dapat mengadakan oksidasi terhadap substansi (terutama lemak dan karbohidrat) yang terdapat didalam jaringan itu sehingga diperolehenergi dan panas dalam tubuh
Jelasnya bahwa O2 sangat dibutuhkan oleh setiap organisme terutamaa untuk menyelenggarakan oksidasi terhadap substansi yang terdapat dalam sel yang mengandung energi potential yaitu lemak dan karbohidrat. Cara memperoleh O2 dari berbagai organisme (hewan) tidak sama, misalnya :
  • Pada protozoa : O2 diperoleh melalui proses difusi, melalui pemeriksaan sell membran. Pada coelenterata (hydra) dan vermes belum terdapat alat khusus untyuk memperoleh O2, jelas haya melalui permukaan dari tubuhnya.
  • Pada cacing tanah mengambil dan juga menggunakan permukaan tubuhnya.
  • Pada insecta, O2 diperoleh melalui trancea, untuk menarik O2 dan udara pernapasan didalam darah terdapat pigmen khusus, yaitu :
Ø  Haemoglobin
Ø  Haemocyanine
Alat pernapasan pada vertebrata
Macam-macam alat pernapasan dapat dicermati sebagai berikut :
  • Pada chordata dan vertebrata semua alat pernapasan berkembang dari laring
  • Pada chordata rendah dan ikan, alat pernapasannya berupa insang yang tubumbuh dan faring
  • Pada dipnoi dengan insang dan paru-paru
  • Pada amphibia : larvanya menggunakan eksternal gills, dewasanya menggunakan paru-paru dan permukaan kulitnya.
  • Pada amniota menggunakan paru-paru.
Secara fugsional, saluran pernapasan dapat dibagi dalam conducting portion (bagian penghantar), yang terdiri dari rongga-rongga dan pipa yang membawa udara dari luar tubuh ke semua bagian paru-paru dan suatu respiratory portion (bagian pernapasan) yang terdiri dari bagian-bagian di dalam paru-paru dimana terjadi pertukaran gas antara udara dan darah. Secara antomis jalan lalu lintaasnya terdiri dari bangunan-bangunan di luar paru-paru dan didalam paru-paru.
Sistem sirkulasi (peredaran)
Sistem peredaran hewan vertebrata terdiri atas jantung, pembuluh arteri, pembuluh vena, kapiler darah, serta pembuluh linfa, fungsi darah :
  • Oksigen dari organ pernapasan
  • Zat makanan didapat dari saluran pencernaan makanan
  • Hormon dari sistem endoktrin
  • Substansi lain yang diperlukan untuk memelihara homeostasis dan kekebalan terhadap penyakit
  • Sampah metabolisme untuk dibuang oleh organ ekskresi
  • Arteri
Sifat dan fungsi pembuluh arteri :
  • Membawa darah menjauhi jantung
  • Dinidngnya berotot dan elastis mempuyai kemampuan mengembangarteri kecil disebut arteriol
  • Arteriol berakhir di kapiller
Vena
Sifat dan fungsi pembuluh vena :
  • Mengangkut darah kembali ke jantung
  • Vena dimulai dari kapiller
  • Kurang berotot dan kurang mengandung jaringan elastis, lebih banyak mengandung serabut kolagen,
  • Vena terkecil yang dimulai di kapiler disebut venul
Walaupun seluruh pembuluh vena akhirnya berakhir di jantung, namun ada vena yang disebut vena vorta yang berakhirkan anyaman kapiler di suatu organ. Dengan demikian sesuatu sistem porta adalah suatu sisten vena yang bermula dengan kapiler pada sebuah atau beberapa buah organ dan berakhir dengan anyaman kapilerr di organ lain.
Jantung
Merupakan modifikasi pembuluh darah,dindingny aterdiri atas 3 lapisan sebagai berikut : endokardium, myokardium, dan epikardium. Jantung ikan terdiri atas sinus venosus, atrium, ventrikel dan konus arteriosus, sinus venosus dindingnya tipis, menerima darah dari sepasang vena kardinalis komunis dan sepasang sinus hepatikus, juga menerima vena koronaria, mekanismenya : darah masuk ke antrium melalui sinus sinostrial dan antrium darah masuk ke ventrikulus melalui lubang atrioventikular. Lubang sinoatrial maupun lubang atriovertrikular dijaga oleh katup-katup yang mencegah darah kembali ke ruang asal.
Sistem eksresi (pengeluaran)
Hasil metabolisme yang tidak berguna lagi bagi tubuh berbahaya atau beracun bagi mahluk hidup yang memproduksinya, oleh karna itu harus dibuang, organ yang berperan disebut excretory organ. Secaara umum alat ekresi yang terdapat pada vertebrata ,yaitu:
  • Intestinum (usus)
  • Pulmo (paru-paru)
  • Integumentum (kulit)
  • Ren (ginjal)
Sistem reproduksi
Terdiri dari gonad, gonad jantan disebut testis sedangkan gonad betina disebut ovarium. Proces spermatogenesis ( pembentukan sperma ) terjadi dalam tubulus seminiferus, diantara tubuius seminiferus terdapat jaringan raterstitialyang mengandung sel-sel leyding. Sel ini mengandung kolesterol yang digunakan untuk mensintesa testosteron. Produksi testosteron berada dibawah rangsangan hormon LH (luteinizing hormone) dan ICSH ( intrerstitral cell stimulatinhg hormone ).
Terdapat 3 jenis ovarium,yaitu:
  • Ovarium pada kebanyakan hewan vertebrata merupakan oargan yang padat, bila matur (masak), maka telur akan diolulasikan ke rongga.
  • Ovariumnya berbentuk kantung dan rongga ovarium langsung berhubungan dengan lumen aviduct (saluran telur),
  • Ovarium berongga, tetapi telur yang masak diovulasikan ke dalam selom


Tidak ada komentar:

Posting Komentar