Sabtu, 16 Mei 2015

MAN DARUSSALAM

SEJARAH MAN DARUSSALAM CIAMIS
P
ada tahun 1929 , Kyai Ahmad Fadil (meninggaltahun 1950) yaitu ayah dari K.H. Irfan Hielmy (alm), memulai kisah pendirian Pondok Pesantren dengan sebuah masjid dan sebuah bilik sebagai asrama . Santri yang pertama mondok adalah pemuda-pemudi setempat yang tidak saja diajari ilmu-ilmu agama tetapi diajak bagaimana cara nya mengolah sawah ,bercocok tanam, dan diberi contoh bagaimana memelihara bilik dan memakmurkan masjid . Pesantren Cidewa ,sebutan untuk komunitas baru itu , dengan cepat mendapat simpati serta dukungan dari masyarakat sekitar bahkan di tahun-ta

hun pertama mulai dikenal luas dan lebih banyak lagi santri yang mondok . Tanah Pondok Pesantren Darussalam Ciamis ini adalah hasil waqaf dari suami-istri Mas Astapraja dan Siti Hasanah di Kampung Kandang gajah ,Desa Dewasari , Kecamatan Cijeungjing , Kabupaten Ciamis , Jawa Barat .
Padatahun 1967 mulai dirintis penyelenggaraan system pendidikan formal dengan mengadaptasi model klasikal ,dan sampai saat ini semua jenjang pendidikan dari mulai Taman Kanak-kanak (TK) atau Raudlatul Athfal (RA) telah berdiri hingga Perguruan Tinggi .
Lembaga pendidikan formal pertama yang didirikan oleh Pesantren Darussalam Ciamis adalah Raudhlatul Athfal (RA) padatahun 1967 , kemudian pada tahun 1968 berdiri Madrasah Ibtidaiyah (MI) setingkat SD , dan Madrasah Tsanawiyah (Mts) setingkat SMP berdiri pada tahun 1969 . Kemudian pada tahun 1969 berdiri Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN) yang semula merupakan Madrasah Aliyah Swasta Darussalam Kabupaten Ciamis berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI No. 62 Tahun 1969 pada tanggal 2 Juli 1969 . Dan dalam konsideran SK Menteri Agama tersebut dinyatakan bahwa selama Anggaran Belanja Departemen Agama untuk keperluan tersebut tidak mencukupinya , maka biaya pembinaan selanjutnya dibebankan kepada Pengasuh Pesantren Darussalam Ciamis (SK Terlampir) .
Dalam perjalanannya yang telah mencapai usia 46 tahunini , MAN Darussalam Ciamis berkomitmen pada aturan yang berlaku yang kemudian dikembangkan dengan arah kebijakan madrasah serta pendayagunaan potensi tenaga edukatif , tenaga administrative serta fasilitas sarana yang ada di MAN Darussalam Ciamis . Kondisi demikian tentu akan menunjukkan jati dirinya dalam menghasilakn lulusan yang berkualitas . Hal ini dapat dibuktikan dengan berbagai keberhasilan yang dicapai peserta didik .
Demikian pula sebagai arah timbal balik hubungan madrasah dengan masyarakat , MAN Darussalam Ciamis telah menunjukkan perhatian serta kepercayaan masyarakat yang semakin positif . Hal ini pun dapat dibuktikan dengan peminat siswa dari tahun ketahun yang terus meningkat sehingga dalam penerimaan siswa baru diadakan seleksi melalui batasan nilai (Hasil ujian dan Tes Khusus) .
Kendatipun demikian ,sebagai suatu proses usaha pendidikan yang menghadapi berbagai heteroginitas dalam komponen-komponenny , maka tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang perlu disempurnakan . Oleh karena itu dalam mengoprasionalkan usaha pendidikan pada MAN Darussalam Ciamis ,secara berkesinambungan pimpinan madrasah  yang bermutu .
Dalam perjalanannya sampai sekarang , Alhamdulillah MAN Darussalam Ciamis telah mampu melengkapi dirinya dengan sarana dan prasarana yang tidak kalah dengan sekolah lainnya , demi mendukung pengembangan keilmuan yang diharapkan seluruh pihak , misalnya Laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (LAB IPA) yang mencakup laboratorium Fisika , Kimia , dan Biologi . Selain itu dilengkapi pula dengan laboratorium Bahasa dan Laboratorium Komputer .
Demikian pula dengan unsur pendidiknya , MAN Darussalam Ciamis terus berusaha menjalin kerjasama  sesame pendidik dalam negeri maupun dengan para pendidik dari mancanegara , khususnya dari Asia dan Amerika , juga para siswanya pernah diikutsertakan dalam program pertemuan pelajar ke Jepang , dan guru ke Amerika Serikat (AS) .
Disamping itu , MAN Darussalam Ciamis tetap berpegang teguh pada prinsip utama yaitu mencetak manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) tanpa melupakan keimanan dan ketaqwaan (Imtak) . Kegiatan keagamaan sesuai ciri Madrasah terus dikembangkan sehingga cita-cita tersebut bias tercapai .
Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di MAN Darussalam Ciamis dapat tercapai apabila proses pembelajaran mampu membentuk pola prilaku peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan ,serta dapat dievakuasi melalui pengukuran dengan menggunakan tes dan non tes . Proses pembelajaran akan efektif apabila dilakukan melalui persiapan yang matang dan terencana dengan baik supaya dapat memenuhi .



VISI , MISI DAN TUJUAN
A.   VISI
P
erkembangan dan tantangan masa depan dalam : perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi , globalisasi yang sangat cepat , era informasi-informasi , dan berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua , terhadap pendidikan memacu Madrasah untuk merespon tantangan sekaligus peluang MAN Darussalam Ciamis agar memiliki citra moral yang menggambarkan profil madrasah yang di inginkan di masa dating yang di wujudkan dalam visi Madrasah berikut :

“MENJADI MADRASAH ALIYAH NEGERI BERTARAFINTERNASIONAL .
UNGGUL DALAM PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN DAN PENGAJARAN BERBASIS PESANTREN , SERTA PENANAMAN SEMANGAT SISWA DALAM MERAIH PRESTASI”



B.    MISI
V
isi MAN Darussalam tersebut mencerminkan cita-cita Madrasah yang berorientasi kedepan dengan memperhatikan potensi masa sekarang , sesuai dengan norma dan harapan masyarakat .
Untuk mewujudkannya , Madrasah menentukan langkah-langkah strategis yang dinyatakan dalam MISI berikut :
1.         Mengupayakan terwujudnya system penjaminan mutu madrasah bertaraf internasional yang ditujukan untuk kepentingan bangsadanNegara .
2.        Mendidik dan membina siswa dalam proses pendidikan integral sebagai bagian dari pendidikan kepemimpinan yang kuat dan berkarakter .
3.       Memadukan system pembelajaran madrasah dan system pendidikan pesantren yang bertumpu pada sikap akhlak mulia dan budaya menuntut ilmu yang terus menerus .
4.       Mendorong dan membimbing siswa dalam menciptakan budaya prestasi ,baik dalam proses pembelajaran maupun dalam kehidupan social .
C.      TUJUAN
1.         Menyelenggarakan pendidikan bertaraf internasional yang berorientasi pada system penjaminan mutu .
2.        Mendidik dan membina siswa yang unggul dalam kepemimpinan yang berkarakter sebagai bekal pendidikan selanjutnya .
3.       Mendidik dan membina siswa dalam suasana pendidikan pesantren sehingga terbentuk kepribadian yang kuat ,baik akhlaknya maupun semangat menuntut ilmunya .
4.       Mengkondisikan siswa dalam budaya prestasi sehingga ketika sudah lulus dapat menjadi manusia yang bermanfaat bagi masyarakat ,bangsa , dan Negara .



Tidak ada komentar:

Posting Komentar